Untuk memenuhi keinginan aku untuk melihat salju, maka kami memutuskan untuk pergi Ski Tour di awal bulan Maret kemarin. Bulan lalu di Tokyo sebenarnya sempat turun salju, tapi cuma bentar banget jadi gak sampai numpuk tinggi deh saljunya. Biar bisa lebih puas lihatin salju, kami putuskan untuk main ke daerah Nagano. Di Nagano terdapat banyak daerah pegunungan dan sebagian besar diolah menjadi resort ski karena ketinggiannya yang cocok untuk permainan ski dan banyaknya salju yang menumpuk pada saat musim dingin.

Walaupun musim dingin di Tokyo biasanya mulai dari bulan Desember, tapi kalau mau main ke resort ski sebaiknya di bulan Januari atau Februari biar saljunya udah numpuk banyak. Beberapa resort ski bahkan buka sampai akhir April loh.

Suasana pagi hari di Shiga Kogen

Kemarin waktu nyari-nyari tempat ski, aku nemu Gala Yuzawa Snow Resort. Lokasinya mudah banget ditempuh dari Tokyo, kalian tinggal naik Shinkansen dari Tokyo Station menuju Gala Yuzawa Station dengan lama perjalanan sekitar 1 setengah jam. Kekurangan dari tempat ini sih, tiket Shinkansen lumayan mahal, sekali jalannya kena sekitar ¥7,090, tapi kalian bisa pakai JR Tokyo Wide Pass harganya ¥10,000 untuk orang dewasa dan berlaku untuk 3 hari, lebih lengkapnya bisa cek di sini. Kekurangan kedua yang jadi pertimbangan utama kami adalah karena aksesnya mudah dan dekat dari Tokyo, pasti di weekend itu rame banget tempatnya. Buat kalian yang pengen coba ski tapi gak punya banyak waktu bisa coba main ke sana deh.

Dulu suami pernah pergi ski bareng temannya dan harganya tidak terlalu mahal. Setelah coba cek, ternyata paket Ski Tour yang ditawarkan lumayan oke loh. Kami pesan tour-nya dari Orion Tour, tapi sayangnya website tur ini hanya tersedia dalam bahasa Jepang. Tur yang kami pesan kemarin harganya sekitar ¥20,000-an/orang. Kedengarannya mahal ya, tapi harga itu udah termasuk tiket PP bus Shinjuku-Shiga Kogen, kamar hotel 1 malam, makan malam all you can eat (kalau mau makan sukiyaki atau nabe bayar ¥1,000/orang), makan pagi all you can eat, rental pakaian dan peralatan ski/snowboard, dan tiket lift 1-day-pass.

Perjalanan menggunakan bus dari Shinjuku ke Shiga Kogen memakan waktu sekitar 7 jam. Sebelum hari keberangkatan, dari pihak Orion Tour akan mengirimkan email yang berisi rincian jam kumpul, jam keberangkatan, dan nomor bus yang digunakan. Kami diinfokan agar berkumpul di Shinjuku pukul 22.40 untuk didata kembali oleh pihak tur. Di tempat ngumpulnya nanti akan ada beberapa agensi tur. Kami mencari staff dari Orion Tour untuk didata dan mereka menginfokan bus kami akan parkir di sebelah mana nanti. Untuk yang membawa tas besar atau koper bisa dimasukkan ke tempat bagasi di samping bus sebelum naik ke bus. Sebelum naik kami lapor terlebih dahulu kepada supir dan mengecek nomor kursi yang ditempel di bagian depan bus.

Bus di Jepang bagus-bagus dan bersih semua loh
Jangan sampai salah ngelapor ke agen tur lain ya

Sebelum berangkat, staff tur akan membagikan 1 amplop yang berisi voucher hotel, bus, dan rental alat ski (jangan sampai hilang ya). Pukul 23.00 tepat bus berangkat dari Shinjuku. Fyi di bus ini gak ada toilet loh, tapi nanti bus akan berhenti 3 kali di rest area (sekitar 30 menit tiap rest area). Di rest area-nya terdapat toilet, food court, dan toko souvenir. Toilet rest area di Jepang itu luar biasa besar dan bersih loh, jadi gak usah takut ngantrinya lama dan ketinggalan bus. Untuk toko souvenir di Jepang sih tidak usah diragukan lagi, packaging-nya luar biasa bagus dan rapi-rapi.

Food Court di salah satu Rest Area
Lucu dan unik ya souvenir-nya
Contoh oleh-oleh di toko souvenir Jepang

Pukul setengah 7 pagi kami sampai di Hotel Heights. Karena belum bisa check-in (jam 3 sore baru bisa check-in), kami turun ke lantai basement hotel. Di sana terdapat tempat penyewaan alat ski (baru buka pukul 8 pagi) dan ruangan besar tempat loker penyimpanan barang. Kalian bisa istirahat di ruangan ini dan enaknya ruangannya dipisah antara ruangan cewek dan cowok. Selain itu juga terdapat toilet, powder room (tempat dandan khusus buat cewe-cewe) dan pemandian umum. Di dalam kamar hotel ini gak semuanya ada shower room, jadi kalau mau mandi harus ke pemandian umumnya deh.

Hotel Heights, tempat kami menginap
Suasana di lobi hotel
Ada toko souvenir kecil di lobi hotel
Resepsionis hotel
Di sebelah kiri ada pintu untuk ruangan istirahat cewe, untuk yang cowo ada di sebelahnya lagi
Tempat rental pakaian dan peralatan ski/snowboard

Setelah beristirahat kami pergi menyewa pakaian dan peralatan ski. Yang dari paketan tur itu dapatnya peralatan dan baju ski standar, kalau mau yang lebih bagus sih bayar lagi. Tapi buat pakaian cewe katanya udah dapat yang kawaii (lucu) lol. Di sini kami bayar ¥2,000 (untuk 2 set peralatan ski dan 2 set pakaian) sebagai biaya asuransi gitu mungkin? Setelah itu kami memasukkan barang-barang ke loker dan mengenakan pakaian untuk ski. Oh ya, untuk sepatu mereka meminta kita mencantumkan nomor sepatu versi Jepang ya.

Uda siap meluncur dengan peralatan ski lengkap
Ini katanya baju ski cewe yang kawaii, menurut kalian gimana? Haha

Jarak dari hotel ke tempat ski Yokoteyama sekitar 5 menit dengan berjalan kaki. Hati-hati ya saat berjalan di daerah yang saljunya udah agak mengeras, karena bakal licin banget. Sampai di tempat ski kami berlatih dulu di daerah bawah yang tidak terlalu curam. Main ski itu susahnya luar biasa, harus siap jatuh yang penting. Tapi proses berdiri dari posisi jatuh juga susah banget loh karena licin banget. Buat yang pertama banget main ski, pastiin kalian nonton banyak tutorial dulu di yutub biar gak buta-buta banget. Gak berasa waktu uda siang aja, kami masuk ke dalam restoran di tempat ski dan makan siang dulu.

Suasana di tempat ski, kayaknya yang dari awal sampai akhir latihan di bawah cuma aku
Latihan dulu sebelum ke lintasan atas
Gedung sebelah kiri itu tempat istirahat dan restoran
Pork Cutlet Curry with Rice ¥ 1,200

Habis makan siang lanjut latihan lagi dong. Aku yang merasa kurang berbakat dalam olahraga memilih bermain sledge aja, udah kayak bocah aja, tapi main sledge lebih seru dan gak susah. Suami yang lebih jago dikiitt main ski-nya memutuskan untuk naik lift ke atas. Dan ketika meluncur ke bawah katanya sih susah banget walaupun ditulis itu rute untuk pemula. Di tempat ski ini kebanyakan orang-orang Jepang dan tidak terlalu rame. Tapi ya, orang Jepang itu jago-jago banget main ski dan snowboard-nya. Bahkan anak-anaknya yang masih kecil udah jago main ski-nya. Mungkin karena tiap tahun dibawa latihan ke tempat ski ya.

Dibawain sledge karena aku jatuh terus main ski
Lift yang membawa orang-orang ke lintasan atas

Ketika badan udah pegel-pegel, kami memutuskan untuk balik dan check-in hotel saja agar bisa beristirahat. Kami dapat kamar hotel bergaya tradisional, lantainya berupa tatami dan tempat tidurnya berupa futon. Kamarnya cukup luas karena sepertinya untuk kapasitas 7 orang. Di dalam kamarnya hanget banget karena ada heater. Tapi untuk toilet-nya gak ada bidet dong, jadi aku tiap mau ke WC milih masuk ke toilet luar aja karena lengkap ada bidet. Di tiap lantai hotelnya terdapat WC di luar kamar, karena ada kamar yang tidak dilengkapi dengan toilet. Sebelum makan malam kami pergi mandi dulu di pemandian umumnya. Kalian tahu kan kalau pemandian umum di Jepang itu mandinya bareng-bareng gitu dan ada kolam air panasnya (indoor dan outdoor di hotel ini). Pertama kali ngerasain mandi bareng-bareng, dan untungnya pemandiannya rada sepi jadi gak malu-malu banget. Di pemandiannya tersedia sampo, conditioner, dan sabun. Untuk handuk bawa masing-masing ya karena gak disediain dari hotel.

Ruangan kamar hotel dengan gaya tradisional
Futon disediakan di dalam lemari
Pemandangan dari jendela kamar

Sistem pemandian umum di Jepang itu adalah kita lepas dan simpan baju pada keranjang yang tersedia kemudian masuk ke ruangan untuk mandinya. Di sini kita mandi dulu sampai bersih baru boleh masuk ke dalam kolam air panasnya. Untuk cewe-cewe sebelum masuk ke kolam air panas rambutnya diikat dulu ya, karena di kolam ini jangan sampai rambutnya kerendam (untuk menjaga kebersihan kolam dari rambut rontok). Pengalaman pertama mandi di pemandian umum rasanya enak banget. Karena habis capek-capek main ski kemudian berendam air panas, rasa pegalnya jadi berkurang sedikit.

Pemandian umum, cewe sebelah kanan, cowo sebelah kiri

Makan malam adalah saat yang sangat dinanti-nantikan karena makan malamnya all you can eat! Kami juga pesan untuk paket Sukiyaki all you can eat. Ketika masuk ke dalam restorannya, terlihat beragam jenis lauk sudah tersedia. Ada salad sayuran, tahu, ayam, ikan, daging babi, gyoza, dan lain-lain (maaf makanannya gak halal ya di sini). Untuk sukiyaki sudah disediakan sepiring daging sapi di meja, untuk sayuran, jejamuran, dan daging ayam/babi bisa diambil sendiri di konter yang tersedia. Tapi untuk kuah sukiyaki udah gak bisa nambah lagi. Untuk makanan rasanya cukup enak menurut aku. Untuk seukuran hotel bintang 3 ini jenis makanannya termasuk cukup beragam dan enak-enak. Selesai menyantap makan malam kami kembali ke kamar dan beristirahat karena udah tepar.

Restoran
Makan malam + sukiyaki all you can eat
Sukiyaki

Next aku akan tulis kelanjutan perjalanan kami keesokan harinya ke Jigokudani Snow Monkey Park. See you <3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *