Karena banyak yang tanya ke Jepang jalan ke mana saja? Gimana suasananya di Jepang? Jadi saya mutusin untuk membuat tulisan di blog mengenai perjalanan saya dari Medan ke Tokyo. Mohon maaf sebelumnya jika ada kesalahan penulisan dalam bentuk apapun. Kritik dan saran are highly appreciated 🙂


Day 1 – Transit di Kuala Lumpur & Landing Bandara Haneda International Airport

Jadi ceritanya di akhir bulan April kemarin saya dapat kesempatan untuk mengunjungi si koko di Jepang. Dapat tiket Air Asia yang sebenarnya tidak terhitung terlalu murah, sekitar 5jt PP Medan-Tokyo (transit dulu di Kuala Lumpur) dan hanya beli bagasi pas pulang dari Jepangnya.

Pesawat dari Medan berangkat jam 8 pagi, jadi jam 6 saya sudah otw ke Kuala Namu. Semuanya lancar sampai saat masuk itu saya dicegat petugas Air Asia. Oh ya, saya bawa 1 koper kecil dan 1 handbag, dan setelah perjalanan ini saya baru tahu bahwa Air Asia lagi ketat-ketatnya ngecek bagasi kabin yang tidak boleh melebihi 7 kg dan max 2 bagasi kabin per orang. Dann ternyata koper saya beratnya 9 kg, terpaksa ngeluarin barang yang terpakai dan dititipkan bawa pulang sama si papa.

Setelah drama bagasi kabin overweight selesai, saya langsung bergerak melewati security check dan menuju imigrasi. Untungnya petugasnya tidak terlalu banyak tanya dan imigrasi biasanya cenderung sepi di pagi hari. Selesai imigrasi tinggal duduk manis menunggu pesawat datang deh. Setelah 1 jam perjalanan akhirnya sampai di bandara KLIA2 dengan jarak 4 jam transit sebelum penerbangan panjang ke Jepang. Untuk pemegang tiket connecting flight bisa langsung masuk ke transit hall saja tanpa harus keluar imigrasi, pick up bagasi, dan kembali check-in. Jadi pastikan tiket yang kamu beli itu connecting flight atau tidak ya.

Transit hall di Kuala Lumpur cukup nyaman karena banyak tersedia kursi-kursi dan paling penting adalah wifii gratis! Cara connect ke wifii-nya ada tertulis di sana jadi cukup diikuti saja langkah-langkahnya. Perlu diperhatikan lokasi waiting room kamu di Pier apa, karena di KLIA 2 itu terbagi menjadi 3 pier, yaitu pier P, Q, dan L. Jarak dari transit hall ke masing-masing waiting room cukup jauh dan harus melewati security check terlebih dahulu, jadi usahakan 1 jam sebelumnya sudah otw menuju waiting room.

Transit Hall di KLIA2
Transit Hall KLIA2
Suasana transit hall KLIA2, luas dan masih sepi di pagi hari

Masuk ke waiting room disambut petugas bandara buat ngecek paspor dan visa yang kita gunakan (deg-degan karena pertama kali keluar negeri yang membutuhkan visa). Lalu setelah itu tinggal duduk manis menunggu pesawat datang. Pesawat KL-Tokyo ini menggunakan pesawat Airbus yang besar, yang terdiri dari 3 baris tempat duduk 3-3-3. Menurutku untuk tempat bagasi kabinnya lebih tinggi dibandingkan pesawat kecil (yang biasa hanya 2 baris) karena saat mengangkat koper ke atas saya kelabakan (untung ada mas-mas bule tinggi semampai yang membantu saya).

Penerbangan panjang pun dimulai, saya berangkat pukul 14.25 dan dijadwalkan tiba di bandara Haneda pukul 22.30. Flight siang cukup membosankan menurut saya karena saya hampir tidak bisa tidur sepanjang penerbangan (antara karena masih siang dan rasa excited berlebihan). Saat di pesawat kita diberikan 2 form yang harus kita isi dan kita serahkan nanti di imigrasi dan pengecekan bagasi. Form untuk orang Jepang dan orang luar Jepang itu berbeda ya, biasa yang mukanya rada oriental seperti saya akan ditanya apakah saya orang Jepang atau bukan. Form ini wajib diisi karena nantinya akan diminta oleh petugas yang bersangkutan.

Saking dinginnya sampai ada kristal es di jendela pesawat

Pukul 22.30 saya mendarat di bandara Haneda dan untuk cuacanya masih sangat dingin walau sudah memasuki akhir musim semi. Jarak dari tempat landing ke imigrasi itu sangat jauh, sekitar 15 menit perjalanan kaki sepertinya. Pada saat imigrasi, barisan kita diatur sedemikian rupa sehingga menjadi teratur dan cepat prosesnya. Kemudian melewati pemeriksaan bagasi, untuk bagasi yang dicek adalah bagasi kabin. Koper saya sempat diminta dibuka dan sudah deg-degan padahal isinya cuma baju dan Bolu Meranti Setelah dibuka dan dicek akhirnya saya diperbolehkan lewat dan keluar dari bandara.

Di bandara Haneda ini untuk kereta sudah disatukan dengan gedung bandara, seperti bandara Kuala Namu di Medan jadi kita tidak perlu keluar dari bandara terlebih dahulu untuk mencari transportasi lainnya. Harga taxi di Jepang sangat mahal sehingga sebaiknya memilih naik kereta api sebagai transportasi di sana.

Sekian day 1 saya yang hanya dipenuhi dengan kegiatan muter-muter bandara.  Day 2 akan saya post selanjutnya, stay tune!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *