Day 3 – Strolling in Kimono at Asakusa and having All U Can Eat Cakes!

Sensoji Temple

Jadi hari keempat ini kami akan menuju Asakusa untuk menyewa kimono yeay! Karena hari sebelumnya main sampai tepar, hari ini kami berangkat siang ke Asakusa (agak nyesel karena batas penyewaan kimononya sampai jam 5 dan kami sampai di sana sudah jam 1 lewat). Sampai di Asakusa kami langsung menuju toko rental kimono yang sudah kami booked seminggu sebelumnya via website. Harga booking di awal lebih murah soalnya dibandingkan dengan pesan di tempat.

Ini link website-nya:

http://asakusa.kimono-koto.com/english.html

Di website ini sudah tertera berapa harga yang dikenakan untuk pemesanan terlebih dahulu dan include apa saja. Tempatnya sangat sangat recomended karena staff-nya ramah banget dan kimononya bagus-bagus.

Untuk yang mau lihat-lihat foto testomoninya bisa lihat di facebook mereka:

https://www.facebook.com/asakusa.kimono.koto/

Terlihat banyak pilihan kimono di belakang saya 😆😆

Sampai di sana kami diminta untuk mengisi beberapa form dan dijelaskan apa saja yang akan kami dapatkan. Kimono buat cewek di sana sangat banyak sekali (agak lebay ya tapi memang banyak banget walau ruangannya kecil). Setelah galau sana-sini akhirnya saya memilih sebuah kimono pink dengan corak bunga. Lalu kita kasih ke ownernya dan menunggu giliran kita dipanggil. Oh ya, untung cewek harga rental kimono sudah termasuk biaya sewa kimono, tas tangan, bakiak Jepang (gak lucu kan pake kimono tapi dengan sneakers), dan hairdo! Kalau buat cowok sih cuma termasuk kimono, tas tangan, dan sandal bakiaknya. Biasanya untuk cowok ada tambahan menggunakan jaket luar lagi (lupa istilahnya apa).

Ketika giliran saya dipanggil, saya masuk ke ruang ganti yang disatukan dengan tempat hairdo. Sudah ada beberapa ibu-ibu yang sigap membantu kita mengenakan kimono (lapisannya banyak ada 3 lapis seingat saya) dan kita bisa memilih warna obi (ikat pinggang kimono). Saya ditawarkan warna pink atau merah, karena kimono saya berwarna pink saya minta dipakaikan obi merah saja.

Setelah selesai dipakaikan kimono, saya diarahkan untuk melakukan hairdo. Modelnya kebanyakn disanggul ala-ala cewek Jepang tapi ada juga yang model bun lucu. Tidak lupa ditambahkan penjepit bunga pada rambut kita. Sayangnya di sini tidak disediakan jasa makeup jadi harus dandan sendiri deh.

Tampak belakang hairdo dan obi

Untuk barang bawaan kita tidak perlu khawatir karena mereka menyediakan rak untuk menaruh tas kita. Tetapi untuk barang berharga seperti dompet, HP, dan paspor disarankan untuk dibawa (dapat dimasukkan ke tas tangan yang disediakan). Untuk baju juga disediakan 1 tas kain untuk menyimpan baju kita dan diletakkan di rak bersana tas kita. Proses pemakaian kimono dan hairdo selesai dalam waktu 1 jam lebih karena tokonya sangat ramai di hari itu. Jadi jam 2 lebih kita baru bisa strolling di sekitar Asakusa. Fyi batas peminjaman kimono adalah sampai jam 5 sore, makanya agak menyesal harusnya agak pagian berangkat ke sana.

Pakai kimono lucu sih ya tapi jalannya susah banget karena dia roknya sempit. Jadi harus anggun jalannya, tidak boleh lebay lari-lari kalau tidak mau muka mencium tanah. Kita jalan menuju Sensoji Temple, salah satu kuil ternama di Asakusa. Di bagian depan kuil ada Nakamise Street, di sini banyak kios-kios yang menjual pernak-pernik Jepang. Untuk harganya lumayan mahal mungkin karena merupakan daerah wisata. Jika kita jalan terus ke belakang maka kita akan masuk ke daerah kuilnya.

Foto candid dulu di depan Sensoji Temple

Di sini banyak juga yang strolling pakai kimono jadi tidak usah merasa malu. Kami bahkan diajak berfoto dengan turis asing (mungkin mereka mengira kami orang Jepang beneran ya haha). Berkunjung ke kuil tentunya jangan lupa untuk mencoba ramalan keberuntungannya (omikuji). Jika ramalan kita jelek maka harus kita ikat di gantungan yang tersedia dengan harapan peruntungan kita dapat membaik. Jika mendapat ramalan yang bagus maka kita dapat menyimpannya dalam dompet.

Tempat menggantung omikuji yang hasilnya kurang baik

Setelah selesai berkeliling di sekitar kuil waktu baru menunjukkan pukul 4 sore. Masih ada sisa sejam yang tentunya tidak boleh disia-siakan. Kami berjalan menuju pinggir Sungai Sumida, di sini kita bisa melihat Tokyo Sky Tree, salah satu gedung tertinggi di Jepang, yang terletak di seberang sungai. Puas berfoto ria kami kembali untuk mengembalikan kimono dan bergerak menuju Shinjuku untuk makan kue sepuasnya di Sweet Paradise!

Penampakan Tokyo Sky Tree dari seberang Sungai Sumida
Di tepi Sungai Sumida yang pemandangannya indah

Sampai di Shinjuku kami mencari lokasi toko Sweet Paradise. Tokonya sendiri terletak di bagian basement, jadi ketika masuk kita akan melewati tangga kecil yang dihiasi lukisan lucu di sepanjang dindingnya. Sebelum masuk kami membeli kupon terlebih dahulu dengan vending machine. Harganya adalah 1.530 yen per orang dan waktu makannya dibatasi 90 menit saja. Di kupon kita akan tertulis batas waktu kita sampai jam berapa.

Pintu masuk Sweet Paradise Shinjuku
Display kue-kue dan minuman sepuasnya

Selain kue dan minuman di sini juga disediakan pasta dan kare all u can eat juga. Selain itu juga ada salad sayuran dan fondue. Kuenya sendiri rasanya enak untuk ukuran cafe all u can eat. Ada cheese cake, chocolate cake, strawberry shortcake, dan masih banyak varian kue lainnya. Dan staf cafe ini selalu non stop me-restock kue yang sudah hampir habis. Kebayang bagaimana puasnya bisa menikmati kue sebanyak-banyaknya? Setelah menghabiskan appetizer beberapa jenis kue saya penasaran dengan karenya karena aromanya sangat menggoda. Karenya kurang kental dan terlalu banyak air menurut saya, tapi rasanya masih enak di mulut kok.

Kue yang selalu di-refill ❤️
Kue dan kue lagiii!
Flavor Syrup, tidak sempat diicip karena sibuk ngabisin kue 😂

Sehabis kare tentunya saya lanjutkan kembali dengan menyantap kue-kue lainnya. Untuk fondue-nya biasa saja, yaitu ada marshmallow, strawberry, dan biskuit, saya hanya mencoba beberapa marshmallow karena makanan yang terlalu manis membuat saya cepat kenyang. Tak terasa waktu 2 jam pun berakhir, untuk piring dan gelas di sini kita melakukan self-service dengan membawanya ke tempat piring kotor. Ini salah satu kebiasaan yang dapat kita contoh dari Jepang, yaitu melatih rasa mandiri dan tanggung jawab kita.

Suasana Sweet Paradise yang lucu bingits

Perut sudah kenyang dan saatnya istirahat dulu. Besok kami akan mengunjungi Kamogawa untuk mengunjungi Sea World! Ada yang spesial di sanakah? Tentu saja ada, karena si spesial ini saya sampai bela-belain mau naik bus 2 jam lebih untuk ke sana. Stay tune for next update 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *