Kalau di part 1 kemarin aku lebih membahas soal teknis dan planning pernikahan, maka di part 2 ini aku akan lebih fokus ke vendor dan masalah apa saja yang kami hadapi selama persiapan pernikahan ini.

Yang pertama tentunya pemilihan vendor pernikahan. Buat cari tahu info tentang vendor-vendor ini, kalian bisa mengunjungi pameran pernikahan (wedding fair). Tapi wedding fair ini juga harus disesuaikan dengan konsep kalian, misal kalian ingin pernikahan tradisional atau modern. Semakin banyak vendor yang kalian temui semakin banyak perbandingan, baik dari harga atau kualitas atau bonus yang didapat, tapi semakin galau juga pastinya. Biasanya di wedding fair juga banyak diberikan potongan harga dan bonus-bonus menarik lainnya, jadi lebih enak kalau bisa deal langsung pada saat pameran.

Untungnya kita sekarang hidup di zaman digital, kalau gak bisa datang ke pameran juga gak perlu pusing karena tinggal search aja di instagram. Di instagram kalian juga bisa lihat bagaimana hasil kerja vendor tersebut.

Setelah aku rangkum, ini vendor-vendor utama yang umumnya diperlukan dalam acara pernikahan (gak wajib juga ya, ini vendor yang aku pakai kemarin):

  • Venue
  • Catering/Makanan
  • Wedding Organizer
  • Photographer & Videographer
  • Makeup Pengantin & Keluarga
  • MC
  • Kue Pengantin
  • Undangan & Souvenir
  • Dekor
  • Musik
  • Gaun & Jas Pengantin
  • Gaun & Jas Keluarga
  • Cincin
  • Mobil Pengantin
  • Lokasi Prewedding

Yang pertama aku tentuin pertama itu adalah vendor venue. Venue pernikahan biasanya ada yang di hotel, restoran, atau di gedung/hall. Masing-masing ada nilai tambah dan kurangnya sih. Misal untuk hotel, plus-nya ruangan udah pasti bagus (dalam artian udah ada sedikit dekor seperti karpet) dan ada paketan makanan dari hotelnya jadi gak usah pusing cari catering dari luar. Minus-nya sih ruangan mungkin lebih kecil (tergantung hotelnya juga sih sebenarnya) dan makanannya cenderung kalah dari restoran. Kalau dari restoran plus-nya makanannya enak dan minus-nya mungkin ruangan tidak sebagus hotel. Sedangkan untuk yang gedung yang paling ribet, karena harus nyari catering dari luar dan dekor juga perlu banyak, tapi ruangannya luas. Jadi itu kembali ke masing-masing orang pengennya yang gimana karena semua ada plus minus-nya sendiri. Venue adalah yang pertama kami booking karena takut di hari yang sama keburu di-booked sama orang lain. Secara venue ini yang jumlahnya lebih terbatas jika dibandingkan dengan vendor lainnya.

Untuk makanan aku ambil paketan yang udah dari hotelnya. Kalau mau nambah catering dari luar biasanya ada kena charge yang harus dibayar. Jumlahnya berapa tergantung kebijakan masing-masing hotel, jadi ditanyain aja saat mau booking. Kalau venue di hotel juga biasa dari hotel ada memberikan bonus kamar hotel (berapa malam dan berapa kamar di-nego aja hehe).

Wedding Organizer ini sebenarnya bisa mau pake atau gak, tergantung kalian merasa sanggup gak kalau ngurusin wedding sendirian. Kalau yang wedding-nya skala besar (jumlah undangan banyak), aku rekomendasiin pakai aja. Karena di hari-H itu kalian pasti gak bisa nge-handle sama sekali. Kalaupun dititipin ke saudara, bisa saja ada yang miss dan ujung-ujungnya kalian pusing sendiri. WO ini ada yang nge-bantuin planning dari sebelum hari-H dan yang ngebantuin pas hari-H saja. Aku gak tau WO lain gimana ya, tapi WO aku sih planning sebelum hari-H agak kurang follow up-nya menurut aku. Ujung-ujungnya jadi kami sendiri yang nge-reminder kapan harus follow up vendor-vendor lainnya. Tapi rundown dan kinerja pas hari H-nya mantul dah, benar-benar merasa kebantu banget pas acaranya. Kami tinggal ikutin arahan dari WO aja, kapan harus gerak, kapan istirahat, tunggu di mana, dll. Untuk WO, MC, Musik, dan Mobil Pengantin aku kemarin sebenarnya dari vendor yang sama. Enaknya karena MC aku itu sekalian ngurusin WO, jadi dia udah tau persis detail rundown acara gimana. Kalau musik sih aku gak terlalu pemilih sih, jadi ikutin rekomendasi WO-nya aja.

Dokumentasi ini salah satu vendor yang aku galauin paling lama kayaknya. Soalnya ini berhubungan dengan hasil dokumentasi wedding yang notabene hanya dilakukan sekali seumur hidup. Pastinya gak mau nyesel kalau hasilnya sampai di luar ekspektasi. Pilihlah yang kalian sukai hasil fotonya. Aku sendiri prefer dengan hasil foto dengan tone soft dan itu jadi kriteria utama aku saat milih vendor. Dan dari vendor fotografer ini biasanya kita bisa dapat rekomendasi tempat prewedding juga loh. Bisa juga tanya ke vendornya kalau di lokasi foto seperti ini bagusnya pake model baju yang bagaimana, warnanya mending yang soft atau bold. Biar makin kece hasil fotonya haha.

Nih cewek-cewek pasti paling rewel soal vendor yang satu ini. Vendor makeup! Gak mau dong pas hari-H hasil dandanannya jelek atau gak cocok sama muka kita. Sekarang itu ada buannyakkk banget MUA di Instagram. Saran aku sih pilih yang kalian suka hasil make-up nya, dan kalau bisa ngobrol langsung (pas pameran misalnya) lebih enak lagi. Kalian bisa tau kepribadiannya gimana, cocok gak sama kitanya. Kalau MUA aku kemarin orangnya friendly banget, jadi pas hari-H itu gak makin tegang karena diajak bercanda dan ngobrol terus.

Wedding cake juga aku gak terlalu milih harus yang desain gini gitu, jadi cuma milih dari instagram-nya pengen yang model gimana. Jangan lupa juga infoin ke vendor wedding cake tentang tema warna wedding kalian. Karena mereka biasanya menyamakan pilihan warna hiasan bunga di cake dengan warna dekor. Gak lucu kan kalau dekor warna kuning terus tiba-tiba cake-nya warna ungu. Dan biasanya dari wedding cake uda dapat paket kue suapan dan beberapa dus kue asli (untuk dibagiin ke keluarga). Untuk urusan pengantaran kue di hari-H kalian bisa minta tolong WO koordinasi aja langsung ke vendor kue-nya. Biasa mereka uda tau SOP-nya gimana kok.

Undangan dan souvenir ini nih yang harus kalian persiapkan setidaknya 5 bulan sebelum hari-H. Kok cepat banget? Kalau 3 bulan sebelumnya aja gak bisa? Jadi ini alasannya kenapa aku rekomendasiin jauh-jauh hari cetak undangannya. Pertama, dari proses desain oleh team undangan sampai kita approve desainnya. Di sini biasanya lumayan makan banyak waktu, karena bisa saja kurang suka dengan desainnya dan revisi penulisan nama atau kata-kata. Kemarin aku sampai revisi 3-4 kali di bagian penulisan. Apalagi kalau yang pakai tulisan Mandarin, dipersiapkan dulu tulisannya biar mereka juga cepat revisinya.

Approve desain kemarin hampir makan waktu 3 mingguan. Terus next bikin dummy atau contoh hasil cetak undangan, itu tuh makan waktu 2 minggu. Hitung-hitung udah hampir 1 setengah bulan habis waktunya. Setelah dummy approved, nunggu giliran naik cetak karena mereka pasti punya banyak klien lain dong. Aku sih berusaha spare waktu sekitar 1 setengah bulan dari hari-H udah selesai cetak undangannya. Worst case-nya yah 1 bulan dari hari-H deh, karena nyebarin undangan juga gak bisa ekspress seminggu udah dikirim semua. Jadi lebih baik berjaga-jaga dari awal daripada nantinya mepet sibuk ngejar-ngejar vendor kan.

Dekorasi venue pernikahan ini salah satu vendor penting juga menurut aku. Karena dekor itu ibarat tampilan wajah dari wedding. Tapi kembali disesuaikan ke dana juga ya. Dekor ini paling abstrak karena kita gak tau nanti hasilnya bakal gimana. Kemarin itu aku cuma dikasih gambaran ini nih nanti kira-kira akan jadi seperti ini. Kalau ada request ingin dekorasi yang bagaimana langsung diomongin aja ke vendornya. Dari mereka juga kasih feedback apakah request kita itu cocok gak sama konsep dekorasinya nanti.

Vendor terakhir adalah vendor pakaian, baik gaun dan jas pengantin maupun baju keluarga. Kalau vendor gaun pengantin biasanya mereka suka kasih bonus beberapa gaun yang bisa dijadikan gaun prewed atau acara sangjit. Vendor aku kemarin nge-bonusin kimono dan fake wedding nails juga sih.

Untuk vendor jas dan gaun keluarga nih, kalau yang perlu proses jahit-jahitan dulu, kalau ditanya mau dipake kapan jawablah dengan white lies di sini lol. Dimajuin aja jadi 1 bulan sebelum hari-H. Kenapa? Karena kalau dijawab sesuai hari-H, nanti kemungkinan bajunya selesai itu mepet banget ke hari-H. Kemarin gaun untuk mama-mama dan dedek-dedek selesainya bahkan H-1 dong. Padahal udah ngukur badan dan booking itu dari 5 bulan yang lalu. Syukur banget kemarin itu sempet selesai juga.

Yah itulah kira-kira vendor utama yang aku pake di wedding kemarin. Tips lainnya adalah catet bonus apa yang vendor janjikan pada saat deal harga. Biasanya menjelang hari-H mereka suka lupa dengan bonus yang dijanjikan, jadi biar bisa jadi reminder ke mereka juga. Dan kalau bisa dibuat sheet excel untuk pembayaran vendor-vendor, DP-nya berapa, sisa berapa, kapan pembayaran selanjutnya, dll. Karena mengurus pernikahan itu jangka waktunya cukup panjang, bisa 6-12 bulan, bahkan lebih. Kita pasti bisa lupa kemarin itu bayar ke vendor A berapa ya, sisanya berapa ya. Jadi biar ada catetannya untuk mengingatkan kita.

Oke sekian curhatan aku tentang wedding kemarin, buat yang lagi atau akan ngerencanain wedding tetap semangat ya! See you in next post <3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *