Setelah cek ke dokter dan dipastikan hamil, kami langusng ke city hall (kuyakusho/shiyakusho) untuk melaporkan kehamilan. Pelaporan kehamilan ini wajib ya di Jepang, supaya bisa dapat subsidi dan informasi-informasi terkait kehamilan dan persalinan. Ada beberapa tempat yang mungkin membutuhkan surat keterangan kehamilan dari rumah sakit, tapi untuk daerah aku tidak diminta surat keterangannya. Jadi kalian bisa pastikan dulu ke city hall kalian masing-masing biar gak bolak-balik. Aku langsung datang ke city hall dan bilang kalau sudah dikonfirmasi hamil di rumah sakit, lalu diberikan formulir untuk diisi. Formulirnya ada mengenai data pribadi, rumah sakit dan nama dokter yang dikunjungi, tanggal prediksi kelahiran (予定日 Yoteibi), dsb.

Dokumen yang diperoleh saat lapor kehamilan

Setelah diisi, dari pihak city hall akan memberikan beberapa dokumen dan penjelasan sebagai berikut:

  • Boshi Kenkou Techou (Buku Petunjuk Kesehatan Ibu & Anak)
    Untuk buku petunjuk kesehatan ibu & anak ini aku diberikan yang terjemahan Bahasa Indonesia. Mereka punya beberapa versi bahasa asing lainnya juga. Bentuknya sedikit berbeda dengan boshi kenkou techou yang Bahasa Jepang. Yang Bahasa Jepang ukurannya lebih kecil dan cover-nya lebih lucu-lucu, ada gambar kartun seperti Mickey Mouse, Miffy, dll. Pengen yang Bahasa Jepang karena lucu, tapi takutnya malah gak ngerti nantinya. Buku ini harus dijaga baik-baik sampai anak berusia 6 tahun. Isinya ada catatan check-up selama hamil, kondisi bayi saat proses persalinan, catatan kesehatan anak dari lahir sampai usia 6 tahun, catatan imunisasi, dll. Tiap kali ke dokter juga wajib bawa buku ini buat dicek sama dokternya. Jadi mereka bisa lihat riwayat kondisi kesehatan si anak dari lahir, apakah ada riwayat penyakit yang perlu diperhatikan atau tidak.
Boshi Kenkou Techou (Bhs Indonesia)
Contoh isi dalamnya
Contoh versi Jepang (cr: www.city.kaizu.lg.jp)
Contoh versi Jepang (cr: www.city.takaoka.toyama.jp)
Contoh versi Jepang (cr: city.tachikawa.lg.jp)
  • Kupon Subsidi Check-Up Selama Kehamilan
    Jadi untuk kehamilan itu biaya check-up dan persalinan itu sama sekali tidak di-cover oleh NHI (National Health Insurance/Hoken), yang artinya kita harus bayar sendiri biayanya semua. Nah tapi tenang saja karena dari pemerintah ada memberikan subsidi untuk meringankannya. Untuk check-up kehamilan aku dapat 16 kupon. 1 kuponnya memberikan subsidi sekitar ¥5,000. Ada juga kupon yang subsidinya lebih besar, yaitu untuk subsidi biaya cek darah saat trimester pertama. Kupon ini wajib dibawa saat check-up kehamilan dan jangan lupa diisi untuk bagian data pribadinya (nama, alamat, umur, dll). Tiap kali selesai check-up, dari kasirnya akan kasih tau pakainya kupon yang mana jadi tinggal ikutin saja. Kalau kuponnya sudah habis, maka kita harus bayar full semua biaya check-up nya. Untuk detail berapa biaya check-up kehamilan di Jepang akan aku bahas di artikel berikutnya ya.
Bundle Kupon Check-Up
Contoh Kupon
  • Gantungan Maternity Mark
    Gantungan ini sebagai pertanda kalau kita lagi hamil dan dapat digantung di tas ketika kita bepergian. Jadi kalau kita lihat di kereta atau bus ada yang pakai gantungan maternity mark, kita bisa menawarkan tempat duduk ke mereka kalau kereta lagi penuh. Selain itu kalau misalnya tiba-tiba terjadi kecelakaan atau kondisi tubuh kita melemah, orang-orang yang menolong juga bisa langsung tahu kalau kita dalam kondisi hamil. Oh ya, kalian juga bisa minta gantungan ini ke petugas di stasiun kereta loh kalau butuh lebih dari 1. Ini aku dapat 1 dari city hall, 1 lagi dapat dari toko Akachan Honpo ketika daftar menjadi member.
Gantungan Maternity Mark
  • Buku Catatan Obat Ibu dan Anak
    Isi buku ini adalah mengenai obat-obatan yang ditebus di apotek atau yang digunakan oleh ibu ketika hamil dan menyusui. Jadi bisa dicek riwayat pemakaian obatnya apa saja.
Buku Catatan Obat Ibu dan Anak
  • Dokumen yang Perlu Dikirim Setelah Anak Lahir
    Di daerah aku diberikan 1 kartu pos yang perlu diisi dengan detail kelahiran anak nantinya. Kartu pos ini diminta untuk dikirim secepatnya setelah anak lahir.
  • Kelas Pelatihan
    Dari city hall ada mengadakan beberapa kelas pelatihan untuk ibu hamil. Di masa pandemi sekarang jumlah peserta untuk kelas pelatihan dibatasin, jadi makin susah buat mau ikutan. Pelatihannya ada macam-macam, seperti pelatihan memandikan bayi, seminar mengenai perawatan gigi selama kehamilan, menjaga gizi selama kehamilan, dsb. Pelatihan yang paling seru itu pelatihan memandikan bayi, karena bisa diikuti oleh pasangan/suami juga. Jadi suami juga diajarin gimana cara ganti popok bayi, cara mandiin bayi, dan gimana rasanya menjadi ibu hamil (diberikan pemberat di perutnya). Tujuannya supaya suami juga bisa ikut membantu merawat bayi di rumah, jadi bisa meringankan beban mamanya sedikit.
Brosur kelas pelatihan dan iklan
  • Buku Panduan
    Beberapa buku panduan juga diberikan, seperti apa saja yang harus dipersiapkan untuk menyambut kelahiran bayi (dari baju, peralatan mandi, tempat tidur, dll), cara merawat anak, pertumbuhan anak, dsb.
Buku panduan
  • Masker Kain
    Karena masih dalam masa pandemi, dari pemerintah memberikan 2 masker kain untuk para ibu hamil.
Masker kain
  • Gift Card
    Gift card ini mungkin jumlahnya berbeda tergantung daerah masing-masing. Untuk daerah aku sendiri diberikan gift card sebesar ¥10,000 yang dapat digunakan untuk pembayaran taksi, belanja di beberapa toko bayi, pergi ke tempat main, dsb.
Gift Card
  • Brosur Iklan & Support
    Ada diberikan brosur iklan dan support juga, seperti iklan maternity taxi, jasa bebersih rumah, dsb. Aku kemarin daftarin diri ke maternity taxi. Jadi ketika pendaftaran, kita diminta untuk mengisi nama, tanggal prediksi kelahiran (yoteibi), alamat rumah, alamat rumah sakit, dll. Taksi yang digunakan adalah taksi khusus dengan supir yang sudah terlatih untuk menangani ibu hamil. Jadi kalau tiba-tiba kontraksi di malam hari, kita bisa langsung telepon pesan taksi ini. Tapi buat yang tinggal di daerah pinggiran mungkin taksinya akan datang lebih lama jika sedang tidak ada taksi di sekitar daerah tersebut.

Sekian barang-barang yang aku dapatkan setelah melaporkan kehamilan di city hall. Buat yang bertanya gimana dengan subsidi biaya melahirkan? Gak dikasih langsung kah? Nah untuk bagian itu akan aku bahas di artikel-artikel berikutnya ya. Jadi ditunggu ya artikel selanjutnya 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *