Still Day 2 – Ramen Ichiran, National Museum of Nature and Science, Shinjuku, dan Shibuya

Suasana meja di Ramen Ichiran, ramen akan disajikan dari lubang di depan meja kita

Jam 12an karena perut sudah merasa lapar kami keluar dari Zoo dan berjalan menuju ke Ichiran Ramen, ramen terenak di Tokyo menurut saya. Lokasinya dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari area Ueno Park sekitar 10 menit. Sesampai di sana ternyata antriannya cukup panjang. Mungkin karena lokasinya yang berdekatan dengan tempat wisata.

Uniknya di restoran Ramen ini, pada saat antri kami dibagikan form untuk memilih kuah ramen sesuai keinginan kita. Misalnya kita bisa memilih tingkat richness dari kuah-nya, tingkat kepedasan, tingkat tekstur mie, dan lain-lain. Kita juga bisa memilih ingin menambahkan topping apa. Menurut saya hal ini sangat efektif karena setelah masuk kita tidak perlu berlama-lama memikirkan apa yang ingin kita pesan.

Seperti yang kita ketahui, negara Jepang terkenal dengan vending machine-nya yang banyak. Sampai untuk pemesanan dan pembayaran di restoran ini juga menggunakan vending machine sebelum kita duduk. Saya juga menjumpai beberapa restoran lain yang menggunakan vending machine, dan cukup praktis menurut saya karena langsung memilih menu pilihan kita dan memasukkan uang. Setelah itu kita akan diberikan 1 kupon yang nantinya kita serahkan ke pelayan. Kekurangannya adalah kita tidak bisa berlama-lama alias tidak boleh galau karena banyak orang antri di belakang kita.

Ramen Ichiran, ramen terenak menurut saya (keran di sebelah kiri itu isinya air dingin buat diminum loh) 

Yang harus readers ketahui adalah menu ramennya cumaaa ada 1 di sini, tetapi karena bisa disesuaikan dengan selera kita makanya ramen ini sangat digemari. Untuk topping juga kita bisa memilih menambahkan telur, daging, rumput laut, dan lain-lain. Untuk minum sendiri disediakan ocha gratis jadi hemat tidak usah pesan minum, kebanyakan restoran di Jepang ini selalu menyediakan air es atau ocha gratis. Tempat duduk di Ichiran ini juga lucu karena di setiap meja diberikan sekat agar orang dapat menikmati ramennya (seperti ala ala kursi di perpustakaan). Jadi bagi yang jomblo dan datang sendiri tidak perlu kuatir diperhatikan orang-orang lain. Untuk yang datang bersama teman atau keluarga tidak perlu khawatir karena sekatnya bisa dilipat juga.

IMG_20170820_195701
Seperti ini contoh tempat duduknya, karena kemarin restoran sedang penuh jadi saya kesusahan ambil foto. Izin comot dari https://www.forbes.com/sites/geoffreymorrison/2016/05/30/the-best-ramen-in-the-world-japans-ichiran-ramen/#78c6bd7628cd 🙏🙏

Selanjutnya setelah kenyang kami bergerak menuju National Museum of Nature & Science. Mungkin banyak yang bertanya jauh-jauh ke Jepang ngapain ke museum? Ini karena faktor sudah lelah jalan jauh jadi pilih wisata yang dekat dannn museumnya sangat bagus! Harga tiket masuknya cukup murah, yaitu 620 yen.

Salah satu koleksi kupu-kupu di museum

National Museum of Nature & Science ini terdiri dari 2 bangunan, yaitu bangunan klasik (Japan Gallery) dan bangunan modern (Global Gallery). Di Japan Gallery ini terdiri dari 3 lantai, isinya kebanyakan mengenai perkembangan Negara Jepang, dari sisi teknologi, alam, dan kehidupan orang Jepang.

Fosil dari kepiting raksasa
Kalau ini fosil dari kepiting super mini loh, ukurannya bahkan lebih kecil dari kuku jari tanganku

Sedangkan untuk Global Gallery terdiri dari 6 lantai, dari evolusi hewan di zaman dinosaurus sampai zaman sekarang, teknologi, dan visualisasinya sangat bagus. Pengaturan tema setiap lantai juga sangat unik, ada 1 lantai khusus koleksi hewan zaman purbakala, 1 lantai koleksi hewan zaman sekarang, 1 lantai mengenai teknologi modern (kita bisa coba macam-macam mesin yang ada di sana loh!).

Mengabdikan kenangan dengan teman-teman sebangsa dulu
Salah satu fosil dinosaurus di museum

Selanjutnya kita bergerak menuju Harajuku, daerah yang wajib dikunjungi adalah Takeshita Street. Jadi Takeshita Street ini merupakan jalan kecil yang penuh dengan toko di kanan kirinya, baik toko makanan maupun baju. Fyi di sini ada Daiso 4 lantai! Kebayang bisa belanja sepuasnya di Daiso. FYI, Daiso itu merupakan toko harga 100 yen, artinya semua barang tanpa label harga itu harganya 100 yen! Tapi ada beberapa barang yang diberi label harga, jadi hati-hati diperiksa dulu ya.

Di Takeshita Street ini juga tempat berkumpulnya para cosplayer. Tetapi sayangnya saat kami main ke sana jumlah cosplayernya hanya ada beberapa dan lupa difoto 😂😂 Untuk cemilan jangan pernah melewatkan toko yang menjual Zaku-Zaku, croquant chou dengan isi krim dingin di dalamnya. Harganya 250 yen per buah dengan kombinasi rasa garing di luar tapi lembut di dalam.

IMG_20170820_200017
Croquant Chou Zaku Zaku (source: https://appetiteforjapan.com/2017/04/29/croquant-chou-zaku-zaku/)
Proses pembuatan Zaku-Zaku
Toko Angel Crepes yang lucu dan pinkish banget
Pilihan crepes yang menggoda, memang benar katanya dari mata itu turunnya ke perut

Tentunya kami juga tidak melewatkan kesempatan untuk menikmati Crepes di Harajuku. Toko Crepes di Takeshita Street ini sangat banyak dan desain tokonya lucu-lucu. Uniknya, toko Crepes di sini memajang semua contoh menunya di display. Jadi makin galau kan soalnya semuanya kelihatan enak (perut maafkan aku 😂😂) Untuk kisaran harganya sekitar 400-600 yen tergantung pilihan kita. Kami milih Crepes no 41 dengan cheese cake dan cream matcha. Rasanya enak, kulit crepesnya lembut (tidak garing) ditambah rasa cream matcha yang dingin dan cheese cake jadi pas banget kombinasinya.

And last but not least dengan muka sudah super kucel dan kaki mulai lelah kami bergerak ke Shibuya. Yang paling harus dikunjungi di Shibuya ini tentunya adalah Shibuya Crossing dan Patung Hachiko. Shibuya Crossing ini merupakan persimpangan dari 5 jalan besar di mana lampu lalu lintasnya merah secara bersamaan. Jadi kebayang ketika lampu merah, ada ratusan orang menyebrang dari 5 arah berbeda. Hati-hati jangan sampai terseret oleh haluan orang-orang ini.

IMG_20170820_195926
Dengan patung Hachiko, abaikan muka yang sudah kucel karena jalan seharian

Patung Hachiko posisinya terletak di antara stasiun Shibuya dan persimpangan Shibuya Crossing ini. Seperti yang kita ketahui patung Hachiko ini dibuat untuk mengenang seekor anjing yang setia menunggu tuannya di depan stasiun tanpa mengetahui tuannya telah meninggal. Karena uda lelah di Shibuya ini kami tidak banyak berfoto ria lagi, jadi menyesal 😂😂

Sekian day 3 di Jepang, hari yang sangat melelahkan karena berangkat pagi-pagi dan pulang malam. Next akan ada cerita saya mengunjungi Asakusa, stay tune!

Late dinner di Gasto Shibuya, restoran western

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *