Di hari kedua ini kami akan pergi ke Jigokudani Snow Monkey Park yang terletak di Yamanouchi, Nagano. Setelah mandi dan sarapan di hotel, kami memutuskan untuk sekalian check-out karena batas jam check-out di Hotel Heights max jam 10 pagi. Untuk barang-barang dan tas bisa disimpan ke dalam loker yang terdapat di lantai basement (sama dengan loker yang digunakan pada saat kami akan main ski). Biar hemat, kami menggunakan 1 loker saja untuk menyimpan barang-barang (harga loker ¥300).

Sarapan dulu sebelum berangkat

Kami akan menggunakan bus untuk menuju Jigokudani Snow Monkey Park ini. Supaya lebih murah, kami membeli voucher tiket Snow Monkey Park di resepsionis sekalian menanyakan jadwal keberangkatan bus. Harga voucher-nya ¥1,000/orang udah termasuk tiket bus PP Shiga Kogen – Snow Monkey Park Bus Stop dan voucher diskon untuk di toko souvenir Snow Monkey Park atau Enza café. Pada voucher kami tertulis voucher berlaku dari 17 Desember 2018 – 01 April 2019. Setelah mendapat informasi dari resepsionis, kami menuju halte Hotaru Onsen, tempat kami naik bus nanti. Di jam-jam tertentu terdapat shuttle bus gratis menuju Yamanoeki. Shuttle bus ini juga berhenti di beberapa hotel, jadi untuk kalian yang nginap di hotel lain tapi pengen nge-ski di Yokoteyama bisa naik shuttle bus ini.

Voucher tiket bus PP Shiga Kogen – Snow Monkey Park
Jadwal bus dari Shiga Kogen menuju Yamanoeki, Yudanaka Station, dan Nagano Station

Sesampai di Yamanoeki, kami ganti bus lain yang menuju Snow Monkey Park. Jika ragu, kalian bisa bertanya dan memastikan kembali pada supir bus apakah benar bus melewati Snow Monkey Park. Untuk bus di daerah Shiga Kogen pada saat turun baru kita bayar dan turunnya dari pintu depan. Berbeda dengan bus di Tokyo yang turunnya dari belakang dan bayarnya pada saat kita naik ke bus. Karena memiliki voucher bus, kami tinggal menyobek tiket kepergian dan menyerahkannya pada supir.

Jadwal bus di Yamanoeki
Jadwal bus di Snow Monkey Bus Stop

Kami turun di Snow Monkey Bus Stop, dari sana kami berjalan kaki sekitar 9 menit untuk sampai di jalur masuk Snow Monkey Park. Nah dari halte bus sampai jalur masuk ini jalannya masih enak, jalannya beraspal. Dari jalur masuk sampai ke gerbang Jigokudani Snow Monkey Park ini cukup susah, karena melewati jalan pegunungan yang cukup curam. Lebar jalannya hanya sekitar 2 meter dan agak becek karena saljunya mencair. Perjalanannya memakan waktu sekitar 30-40 menitan. Oleh karena itu, disarankan untuk memakai baju dan sepatu yang sesuai, jangan pakai heels atau sandal ya. Jangan jalan dengan terburu-buru juga, tapi jalanlah dengan santai sambil menikmati pemandangan di sekitar.

Papan penunjuk arah menuju Snow Monkey Park
Awalnya jalannya masih bagus seperti ini (udah seneng)
Dan gak lama kemudian, jalannya udah jalan gunung
Kalau cuaca sedang hujan atau salju, kalian bisa menyewa sepatu khusus sebelum naik ke atas agar tidak licin
Di tengah perjalanan ada saung untuk tempat beristirahat
Salju yang masih menumpuk tebal

Setelah 30 menit berjalan kaki akhirnya kami sampai juga di gerbang masuknya. Jigokudani sendiri berarti Hell Valley karena terletak di tebing yang curam dan terdapat banyak uap air panas. Monyet-monyet salju di sini hidup secara liar dan masih berkeliaran bebas di gunung. Taman ini menyediakan makanan sehingga pada siang hari monyet-monyet akan datang untuk mengambil makanan. Di sini tidak terdapat pagar untuk membatasi monyet dengan pengunjung. Tapi ingat, semua monyet di sana merupakan monyet liar yang hanya sekedar mampir ke taman. Jadi tentu saja ada beberapa peraturan yang harus dipatuhi oleh para pengunjung yang berkunjung ke habitat monyet. Pengunjung dilarang untuk menyentuh monyet, dilarang menunjukkan dan memberikan makanan, tidak boleh menggunakan tongkat selfie, tidak boleh membawa hewan lain, dan dilarang menganggu atau menakuti monyet.

Sedikit lagi kita akan sampai di Snow Monkey Park
Di sini terlihat uap air panas yang mengepul
Perjalanan belum berakhir, masih harus naik tangga ini ke pintu utama
Informasi harga tiket dan jam buka tutup
Sampai juga di pintu utama
Di sini tersedia loker untuk pengunjung yang ingin menitipkan barang

Di Jigokudani Snow Monkey Park ini merupakan tempat kalian bisa melihat monyet-monyet berendam di kolam air panas. Sambil menunggu waktu pemberian makanan, monyet-monyet di sini kadang akan berendam di kolam air panas. Mereka berendam di musim dingin untuk mengurangi rasa dingin. Di musim lain mereka cenderung jarang berendam. Monyet-monyet di sini juga memiliki kehidupan atau aktivitas di luar taman, sehingga tidak tertutup kemungkinan monyet-monyet tersebut tidak datang sama sekali. Di saat musim dingin, lebih susah untuk mencari makanan di gunung sehingga mereka akan turun ke taman untuk makan dan berendam.

Habitat monyet-monyet dibiarkan sealami mungkin
Terlihat satu ekor monyet sedang berendam
Monyet ini habis menyelam, bulunya sampai basah kuyup semua
Induk monyet yang sedang memeluk anaknya
Kartu pos dengan berbagai gambar monyet
Berbagai souvenir berbentuk monyet
Contoh bulu monyet salju

Di sini tidak terdapat restoran atau toko yang menjual makanan. Hanya ada bangunan utama yang dijadikan sebagai tempat penjualan souvenir, toilet, dan loker untuk menyimpan barang bawaan. Untuk mencari makan siang kalian harus kembali turun ke bawah gunung. Setelah puas menikmati kegiatan para monyet, kami berjalan pulang. Di sepanjang perjalanan terlihat gunung yang masih tertutupi salju, tapi hati-hati ya jika kalian ingin mengambil foto di sini. Jangan sampai menghalangi jalan pengunjung lainnya. Karena masih ada cukup banyak waktu, sebelum menuju halte bus kami mampir dulu ke Enza café. Di sini kami membeli soft ice cream mix dengan rasa Milk (susu) dan apel Shinshu. Rasanya enak banget dan berasa banget susu serta apelnya. Harganya agak lupa, kalau gak salah ¥350. Di café ini juga tersedia beberapa minuman, ramen, ayam goreng, dan berbagai makanan ringan lainnya.

Mari berangkat pulang
Makan es krim dulu di musim dingin
Sebelum naik ke atas, bisa mampir ke toilet di dekat Bus Stop dulu
Biar hemat, mari makan Cup Noodles

Untuk makan siang kami memutuskan untuk kembali ke hotel dan makan cup noodles saja. Di dalam hotel terdapat beberapa vending machine yang menjual cup noodles dan berbagai minuman. Jika ingin makan cup noodles kalian tidak perlu khawatir karena di mesinnya sudah tersedia air panas dan sumpit. Di sana juga tersedia beberapa meja dan kursi untuk orang-orang yang ingin menikmati cup noodles. Untuk cup noodles harganya ¥250/cup. Sedangkan untuk minumannya bervariasi dari harga ¥100 – ¥200. Pukul 3 sore kami kembali berkumpul di halte bus untuk naik ke bus pulang menuju Shinjuku lagi. Sekian cerita perjalanan ke Shiga Kogen, sampai bertemu lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *