Kebanyakan orang pasti tahunya kalau Tokyo itu kota besar, gedung-gedung tinggi, pusat perbelanjaan, Shinjuku, Shibuya, tralala hahaha. Tapi siapa sangka bahwa ada hidden gem di Tokyo loh yang belum banyak diketahui orang-orang. Nah di post kali ini, aku akan mengenalkan sisi lain dari Tokyo!

Jadi hidden gem yang aku sebutin di atas adalah Danau Okutama. Okutama terletak di sisi barat Tokyo, dan buat yang pernah mengunjungi Tokyo, apakah pernah mendengar Chuo Line? Di Tokyo terdapat beberapa rute/jalur kereta, dan salah satunya adalah Chuo Line.

Nah, Okutama ini tuh letaknya di pemberhentian atau stasiun terakhir dari rute Chuo Line. Jadi buat yang ingin ke Okutama, kalian gak usah bingung ngecek harus turun di stasiun ke berapa, tinggal naik kereta dari Shinjuku (pastikan kereta Chuo Line ya) dan tinggal duduk manis sambil nikmatin pemandangan sampai di stasiun terakhir deh. Biaya tiketnya juga cuma 1,080 yen lho untuk perjalanan sepanjang 2 jam. Dan kalo kalian pergi waktu hari libur, ada juga kereta holiday express langsung dari Shinjuku menuju ke stasiun Okutama.

Holiday Express Train

Tapi tapi tapi, kalian harus hati-hati dengan percabangan Chuo Line ya, kalo kalian naik kereta yang ke arah Itsukaichi, kalian harus siap-siap pindah kereta di Heijima. Aku kebablasan sampai ke Itsukaichi dan akhirnya harus balik lagi dhe. Jadi pengalaman lucu juga sih, tapi jangan di contoh yaa haha! Jadi kalian harus perhatiin juga jalur keretanya.

Tampang bete karena nyasar

Setelah drama kesasar tadi, akhirnya aku tiba di Okutama juga dengan menghabiskan waktu hampir 3 jam dong, padahal seharusnya hanya membutuhkan waktu 2 jam. Tempatnya GG banget, mulai dari tampilan tradisional stasiunnya yang masih dari arsitektur kayu, udaranya yang segar, dan di sekitarnya terdapat pemandangan gunung-gunung yang indah. Di Okutama ini banyak banget tourist spot-nya, mulai dari Onsen, pemancingan, cave, dll. Kebetulan aku pergi ke Okutama saat musim gugur maka aku memilih untuk keliling Danau Okutama sampai ke Village pinggir danaunya.

Stasiun Okutama yang mengusung tema tradisional

Pemandangannya bagus pake banget! Karena sedang musim gugur jadi pemandangannya terlihat semakin indah. Jika kalian berjalan mengelilingi Danau Okutama, di tengah perjalanan terdapat saung untuk tempat beristirahat. Di sini kalian bisa beristirahat untuk makan dulu atau bersantai sejenak. Kalian juga bisa bawa bekal makanan sendiri loh, makan setelah berjalan jauh ditemani pohon-pohon dan udara segar itu nikmat banget rasanya.

Pemandangan di Danau Okutama

Setelah makan siang, perjalanan dilanjutkan sampai ke village di pinggir danaunya. Di sana terdapat pajangan replika hewan-hewan yang tinggal sekitar Danau Okutama. Konon katanya di sana ada beruang lho, jadi kalo cukup beruntung kalian bisa ketemu beruang. Tapi sebaiknya jangan sampai seberuntung itu kareana beruangnya beruang liar yang notabene ganas dong. Jadi tetap hati-hati dan diusahakan jangan sendirian yah kalo ke sini.

Replika hewan-hewan yang tinggal di sekitar Danau Okutama, mirip banget dengan aslinya
Papan peringatan untuk berhati-hati dengan kemungkinan bertemu beruang

Selesai berkeliling village, aku memutuskan untuk berangkat pulang tetapi melalui rute yang berbeda. Di rute pulang ini terdapat satu spot populer, yaitu Mugiyama Floating Bridge. Jembatan ini unik banget, dibangun terapung tanpa menggunakan kolom atau balok atau struktur yang rigid tapi cuma ditopang dengan drum. Sebagai penstabilnya, antara drum yang satu dengan yang lain dihubungkan dengan kabel yang diberi tegangan. Mungkin desain jembatan ini bisa menjadi inspirasi untuk pariwisata Indonesia. (Siapa tau Pak Ridwan Kamil baca hahaha).

Mugiyama Floating Bridge

Puas berfoto ria di Mugiyama Floating Bridge, aku bergerak menuju ke bus stop dan pulang deh. Eh tapi ternyata di dekat bus stop juga ada spot foto yang oke juga lho. Red Bridge!!!

Red Bridge

Gak berasa udah sore saja, rasanya puas banget main ke Okutama, bahkan 1 hari itu sebenarnya belum cukup buat mengunjungi semua spot di sana. Tahun depan rencana mampir ke sana lagi deh 🙂

Jadi buat yang berkunjung ke Tokyo tapi kurang suka dengan suasana perkotaannya, kalian bisa coba main ke Okutama!! Relax Spot in Busy Metropolitan Area.

Thanks to Hadi Setiadi, yang udah ngajakin ke tempat ini.

Hadi Setiadi (26 th), Single, Jago bersih-bersih rumah

2 thoughts on “Get Lost in Green!!! The Hidden Gem in Tokyo, Okutama Lake”

  1. I just like to see the picture in this content, it looks beautiful and emm I just know it all, maybe if I don’t see this all from this content, I won’t know it, is the place used as a tourist attraction?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *