Awalnya sebenarnya kami ingin pindahan di pertengahan tahun ini, tepatnya pada saat liburan musim panas. Tapi di awal tahun, kami penasaran dan mencoba untuk mengunjungi Fudousan (agen rumah). Apalagi ini merupakan pindahan rumah pertama aku di Jepang jadi rasanya makin excited. Akhirnya kami mencoba untuk mengunjungi Fudousan dekat rumah. Di depan kantor Fudousan biasanya akan ditempel banyak sekali kertas-kertas yang berisikan detail apartemen yang tersedia. Jika tidak ada yang cocok bagaimana? Jangan khawatir karena selain list apartemen di depan toko, mereka masih memiliki banyak list apartemen yang siap untuk disewakan.

Kami masuk ke dalam toko dan salah satu agen meminta kami mengisi sebuah form mengenai data pribadi dan kriteria rumah baru yang diinginkan (seperti yang pernah aku tulis di sini). Agen tersebut akan mencarikan list apartemen yang sesuai dengan kriteria yang kami inginkan. Tidak lupa juga kami sebutkan beberapa kriteria khusus yang kami inginkan, yaitu Gaijin (orang asing) oke dan Kodomo (anak-anak) oke. Jika memiliki atau berencana memiliki anak, pastikan rumah yang akan disewa itu mengizinkan adanya anak-anak. Biasanya kamar apartemen yang digabung dengan rumah owner cenderung tidak mengizinkan adanya anak-anak (tapi tidak semuanya ya, tergantung pada kebijakan owner). Kebanyakan owner apartemen di Jepang adalah orang-orang usia lanjut (kakek-nenek) dan kurang suka dengan suasana berisik. Kebayang kalau punya anak di apartemen kecil itu pasti berisik, suara tangisan bayi, derap langkah anak balita yang masih aktif lari ke sana-sini.

Husband Birthday Card

Kami diberikan beberapa list apartemen yang sesuai dengan kriteria yang kami inginkan. Setelah mengecek detailnya satu per satu, beberapa kami eliminasi dan tersisa satu yang cukup oke. Jika ada yang sudah sesuai, Fudousan bisa membawa kalian untuk mengunjungi apartemen tersebut untuk melihat secara langsung. Kalau cuma via foto rasanya masih kurang meyakinkan. Bisa saja foto yang dipakai itu bukan foto hasil update-an terbaru. Selain itu dengan mengunjungi secara langsung, kalian bisa mengecek luas ruangan di apartemen, kondisi kebersihan di sekeliling kamar, dan lingkungan sekitarnya.

Singkat cerita kami sampai di apartemen tersebut. Dari segi luas dan denah ruangan sudah oke. Tapi tapi, ketika jendela balkoni dibuka terlihatlah pemandangan yang luar biasa. Ya, jendela kamarnya langsung menghadap ke area kuburan. Wah langsung kami coret deh apartemen yang ini. Kebayang kan kalau kami tidak mengunjungi langsung, bakalan enggak tau kalau ada kuburan di sebelah bangunan apartemennya. Dari segi harga juga enggak murah-murah banget makanya enggak curiga sama sekali. Biasanya kalau harga apartemen tidak sebanding dengan fasilitasnya berarti ada sesuatu yang mencurigakan. Maksudnya kalau fasilitasnya bagus banget, luas oke, tapi harganya murah. Itu perlu diwaspadai. Bisa saja lokasi yang kurang bagus, lingkungan sekitar, atau pernah ada kecelakaan/kasus orang meninggal di apartemen tersebut.

Husband Birthday Card (1)

Kami pernah menemukan sebuah apartemen yang luar biasa. Bagian dalamnya di-reform habis-habisan (beneran udah gak masuk akal bagusnya), luasnya sekitar 35m2, lokasi dekat stasiun dan stasiun terdekatnya hanya berjarak 5 stasiun dari Shinjuku, dan harganya di kisaran 8.5 man. Dengan fasilitas sebagus itu umumnya harganya bisa mencapai 10 man ke atas. Karena penasaran, kami coba cek di sini (situs bahasa Jepang) Situs ini merangkum 事故物件 (Jiko Bukken/accident property) yang terjadi di Jepang. Dan ternyata di kamar tersebut pernah terjadi kasus orang meninggal. Wah langsung mundur deh.

Selain survey apartemen di siang/sore hari, jika memungkinkan coba survey lingkungan sekitar apartemen pada saat malam hari. Kami pernah ditawarkan sebuah apartemen bagus. Kebetulan kamarnya sedang dalam proses reform. Jadi kalau kami oke, kami akan dapat kamar yang baru banget selesai di-reform. Wah udah senang dong, fasilitas oke, bangunan oke, baru reform. Tapi gabung dengan rumah owner sih, tapi karena katanya kalau punya anak enggak apa-apa ya sudah, bagus dong. Sorenya setelah pertimbangan ini-itu kami sudah hampir mau memutuskan mengambil apartemen itu. Tapi tiba-tiba kepikiran gimana kalau kami survey sendiri tapi di malam hari karena kebetulan posisi apartemen cukup jauh dari stasiun (sekitar 10 menit jalan kaki). Jadilah kami coba survey dari arah stasiun ke apartemen tersebut. Pertama, karena daerah sana termasuk daerah perumahan maka di malam hari agak sepi. Kedua, ternyata di tengah jalan stasiun dengan rumah kami harus melewati jalan kecil dengan komplek kuburan di sisi kanan dan kuil di sisi kiri. Poin kedua ini benar-benar menjadi pertimbangan besar kami. Berhubung aku anaknya rada penakut, jadi suka parno kepikiran yang enggak-enggak kalau melewati daerah seperti itu. Akhirnya batal deh ambil apartemen itu, wah memang bukan jodohnya ya. Selain itu sebenarnya kami sedang menunggu apartemen incaran kami kosong agar bisa di-survey. Karena dari segi harga dan fasilitas hampir sama dengan apartemen yang baru di-reform ini. Poin yang paling membedakan adalah apartemen incaran ini letaknya di pinggir jalan besar dan dekat banget dengan stasiun.

Husband Birthday Card (2)

Sebelum menemukan rumah yang sekarang, kami sudah mengunjungi 5-6 Fudousan. Selain itu kami juga banyak nyari di website Suumo. Nah karena nyari di bulan Januari-Maret, jumlah apartemennya banyak dan cepat berganti. Jadi kalau misalnya hari ini cari terus enggak ada yang sesuai, beberapa hari lagi coba cari lagi karena ada penambahan apartemen baru. Tapi kalau kalian nemu apartemen yang bagus, harus cepat memutuskan juga. Apartemen yang bagus itu banyak diburu oleh orang-orang. Telat 1-2 hari saja udah keburu diambil orang.

Sekian pengalaman suka-duka mengenai hunting rumah baru, berikutnya aku akan cerita mengenai Hikkoshi Kaisha/Moving Company di Jepang. Terima kasih sudah membaca artikel ini 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *