Tokyo, ibukota dari negara Jepang yang sering disebut-sebut sebagai kota dengan biaya hidupnya yang mahal. Tapi sebenarnya Tokyo tidak termasuk ke dalam peringkat 10 besar “kota dengan biaya hidup termahal di dunia”. Tahukah kamu? Bahwa di tahun 2018 justru ibukota negara tetangga kita, yakni negara Singapura, yang menyandang peringkat pertama sebagai kota dengan biaya hidup termahal di dunia.

Tapi jika dibandingkan dengan Indonesia, tentu biaya hidup di Tokyo pastinya lebih tinggi. Hal tersebut disebabkan oleh perbedaan biaya barang dan pendapatan di kedua negara tersebut. Sebelumnya aku pernah mendapat request untuk membahas bagaimana biaya hidup di Tokyo, jadi kali ini aku akan mengupasnya dari segi kehidupan kami. Yang namanya biaya hidup tentunya bisa berbeda-beda dong antar orang, tergantung dari lifestyle yang dijalani. Jadi artikel ini bukan merupakan representatif dari semua orang yang tinggal di Tokyo ya.

Tokyo Night View – Photo by t-mizo

Sebelum masuk ke penjelasan biaya hidup, kondisi di bawah ini adalah biaya hidup untuk pasangan suami-istri (2 orang). Perhitungan biaya juga merupakan rata-rata saja, bukan biaya tetap yang dikeluarkan setiap bulannya karena tergantung kondisi juga. Untuk perhitungan biaya hidup akan aku bagi ke beberapa kategori, yaitu:
a. Apartemen (tempat tinggal)
b. Makanan
c. Outside Food (makan di luar)
d. Transportasi
e. Utilities & Daily Needs
f. Tagihan listrik, air, gas, internet
g. Entertainment
h. Miscellanous

Oke sekarang aku akan jelasin mengenai kategori-kategori di atas:

a. Apartemen (tempat tinggal)
Di Jepang, orang-orang Jepang sendiri juga kebanyakan tinggal dengan mengontrak apartemen karena harga rumah yang luar biasa mahal. Untuk biaya apartemen ini sangat bervariasi, tergantung dari lokasi apartemen apakah dekat dengan pusat kota atau tidak, apakah dekat dengan stasiun atau tidak, bangunan lama/baru, kamar di lantai berapa (biasa lantai 1 lebih murah), sistem sekuriti, luas rumah, dll. Apartemen kami sendiri terletak di kawasan perumahan yang tidak terlalu dekat dengan pusat kota sehingga harganya juga tidak terlalu tinggi. Apartemen kami adalah tipe 1DK, yaitu memiliki 1 kamar dan memiliki Dining Room serta Kitchen (untuk tipe apartemen Jepang mungkin akan aku bahas ke depannya). Harga kontrak per bulannya adalah di kisaran ¥65,000 (belum termasuk pajak). Dan untuk karyawan kantor, biasanya dari kantor akan memberikan subsidi biaya tempat tinggal. Untuk suami dari kantor memberikan subsidi 75% (tapi dengan syarat maksimal subsidi sebesar ¥45,000) sehingga biaya kontrak yang kami bayarkan per bulan menjadi ¥25,000. Tapi di rangkuman nanti akan aku cantumin biaya rumah tanpa subsidi, yaitu sekitar ¥65,000.

Apartments in Japan – Photo by Richard

b. Makanan
Makanan di sini dalam artian bahan makanan dan minuman yang dimasak dan dikonsumsi sehari-hari. Selama 5 bulan tinggal di sini, masak di rumah itu jauh lebih murah dibandingkan makan di luar. Untuk makan di luar (beli bento atau makanan di convenience store) anggap saja per porsi paling murah ¥500. Untuk berdua dan 2x makan berarti habis ¥2,000. Dan jika dihitung dalam sebulan (30 hari) berarti menjadi total ¥60,000 untuk makan siang dan malam 2 orang.

Mari sekarang kita bandingkan dengan sehari-hari masak di rumah. Aku masak di rumah biasanya 6 hari seminggu, 1 hari digunakan buat makan di luar. Untuk pengeluaran makan di luar akan aku jabarkan di poin berbeda. Aku biasanya belanja bahan masakan 2 kali dalam seminggu. Seminggu belanja itu biasanya ada beli daging-dagingan (ayam/sapi/babi), ikan, sayur, buah, bumbu dapur, telur, sereal, dll itu biasanya habis sekitar ¥4,000-¥5,000 per minggu. Jika dihitung dalam sebulan (30 hari) berarti totalnya di ¥20,000. Setiap satu setengah bulan sekali juga stok beras (harga beras 10kg sekitar ¥3,300. Berarti total jika masak di rumah kita bulatkan aja jadi ¥25,000. Dari perbandingan di atas bisa dilihat kalau aku bisa menghemat sekitar ¥35,000 sebulan dari uang makanan. Dan hal ini merupakan salah satu cara untuk hidup hemat di Tokyo juga.

Supermarket in Japan – Photo by Yuya Tamai

c. Outside Food (makan di luar)
Makan di luar kami rencanakan setiap seminggu sekali sekalian buat refreshing sih ceritanya. Atau ketika ada acara kumpul bareng teman-teman atau ketika ada teman yang main ke Tokyo dan makan bareng. Rata-rata setiap kali makan di luar itu bisa habis sekitar ¥1,250 per orangnya. Sebenarnya tergantung restoran yang didatangi juga, tapi aku pukul rata segitu dulu deh. Berarti untuk berdua (2x makan) jadinya ¥5,000 dan untuk sebulan total biaya makan di luar menghabiskan ¥20,000.

Abura Soba

d. Transportasi
Transportasi di Jepang sebenarnya sudah sangat praktis, mau ke mana tinggal naik kereta atau bus saja. Tapi biayanya sebenarnya tidak bisa dibilang murah-murah banget sih. Biaya naik bus di sini adalah ¥206 (dengan menggunakan kartu transportasi) untuk rute dekat maupun jauh. Kalau aku biar gak rugi-rugi banget, naik bus itu kalau mau ke tempat yang rutenya jauh. Sedangkan untuk kereta harganya lebih bervariasi tergantung jenis perusahaan kereta dan jaraknya. Untuk jarak yang dekat dikenai harga ¥165. Untuk biaya transportasi agak susah diperkirakan karena setiap bulan itu gak tentu berapa kali naik keretanya. Suami sendiri naik sepeda ke kantor jadi gak pakai kereta. Oleh karena itu aku ambil biaya transportasi dari rata-rata aja, yaitu sekitar ¥10,000 untuk berdua. Kenapa mahal banget? Karena kami lumayan suka jalan-jalan yang agak jauh di akhir minggu, dan aku juga kalau hari biasa suka mengeksplor daerah baru, jadi lumayan habis banyak di transport deh. Biaya transport ini bisa dihemat dengan cara naik sepeda. Bayangkan aja untuk tempat yang dekat, yang biasanya habis biaya transport PP ¥330 sekarang jadi gratis dengan naik sepeda.

Train in Japan – Photo by Paul Robinson

e. Utilities & Daily Needs
Kategori ini mencakup berbagai peralatan rumah tangga kecil (seperti gantungan baju, peralatan masak/makan, dll), kebutuhan higienis sehari-hari (seperti tisu, sabun, sampo, deterjen dll), dan kosmetik. Aku adalah penggemar berat toko 100 yen di Jepang, seperti Daiso dan CanDo. Setiap biaya belanja di sana aku masukkan ke dalam kategori ini. Untuk kategori ini dalam sebulan totalnya sekitar ¥9,500 tapi tergantung juga pada kebutuhan tiap bulannya. Misalnya untuk sampo atau sabun itu gak setiap bulan belinya.

Japan’s Drugstore – Photo by Herr Lange

f. Tagihan listrik, gas, air, internet, dan kartu HP
Untuk tagihan internet dan kartu HP itu sama tiap bulannya, yaitu ¥4,374 untuk internet rumah ¥2,140 untuk kartu HP. Tagihan listrik di musim dingin bakal lebih tinggi biasanya, karena banyak menyalakan penghangat ruangan, untuk biaya listrik rata-rata di harga ¥2,200. Untuk gas, di sini tidak menggunakan gas tabung/elpiji tapi langsung menggunakan saluran pipa gas. Sehingga setiap bulannya akan dikirimkan tagihan biaya penggunaan gas, rata-rata sebesar ¥4,000. Tagihan air sendiri agak berbeda karena ditagih setiap 2 bulan sekali. Supaya bisa dihitung biaya per bulan, maka aku bagi dua total tagihan airnya yaitu sekitar ¥2,500 per bulan. Total biaya tagihan aku bulatkan menjadi ¥15,500.

Tagihan yang dikirim ke rumah setiap bulan

g. Entertainment
Sebenarnya kategori ini yang paling susah ditetapkan karena benar-benar tidak terduga. Yang aku masukkan ke dalam kategori Entertainment ini adalah untuk biaya jalan-jalan atau aktivitas lainnya yang memiliki tujuan have fun (seperti nonton bioskop atau membayar tiket masuk). Aku akan berikan biaya di ¥15,000 untuk kategori ini.

Tiket Bioskop

h. Miscellanous
Untuk kategori ini lebih ke pengeluaran lainnya yang tidak rutin setiap bulan, seperti pembelian buku, baju, uang les, tas, dll. Kategori ini juga tidak sama tiap bulan, tapi aku coba patok di sekitar ¥8,000.

Thrift Store (Toko Baju Bekas)

Berikut total perhitungan biaya hidup/bulan di Tokyo untuk 2 orang (1 yen = Rp 130, kurs per tanggal 07 Juli 2019):

Kategori Biaya 
Apartemen (jika tanpa subsidi)  ¥       65,000
Makanan ¥       25,000
Outside Food ¥       20,000
Transportasi ¥       10,000
Utilities & Daily Needs ¥          9,500
Listrik, air, gas, internet ¥       15,500
Entertainment ¥       15,000
Miscellanous ¥          8,000
Total Pengeluaran  ¥     168,000





Ya jadi kira-kira seperti itu total biaya hidup di Jepang untuk 2 orang ya. Sekali lagi artikel ini tidak mewakili keseluruhan orang yang tinggal di Jepang, karena tiap daerah dan tiap orang tentunya memiliki kehidupan dan ntuk tips hidup lebih hemat juga sebenarnya bisa dilihat di atas, tapi kalau ada yang mau aku bahas lebih detil untuk tips hidup hemat di Jepang tolong kasih tau aku yaa. Terima kasih sudah mampir di artikel ini 🙂

2 thoughts on “Mengupas Biaya Hidup di Tokyo, Jepang”

    1. Halo pagi, untuk tunjangan/subsidi rumah itu tergantung dari kebijakan masing-masing perusahaan, jadi bisa saja ada perusahaan lain yang memberikan subsidi lebih kecil atau sebaliknya. Selain itu, ada juga perusahaan yg memberikan dorm (asrama) untuk karyawannya. OLeh kareba itu, sebelum tanda tangan kontrak sebaiknya dicek atau ditanyakan jelas ke perusahaan terkait 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *