Konnichiwa mina-san 🙂
Seperti yang kita ketahui, hari ini tanggal 17 April 2019 merupakan hari yang cukup penting bagi bangsa Indonesia. Hari di mana rakyat menentukan pemimpin yang akan memimpin negeri tercinta ini untuk 5 tahun ke depan. Dan tentu saja aku tidak ingin ketinggalan dalam pesta demokrasi ini walau sedang tinggal di negeri Sakura. Berdasarkan keterangan dari ketua KPU, pemungutan suara di luar negeri berlangsung lebih awal, yakni di tanggal 8 – 14 April 2019 dan pemilihan tanggalnya diserahkan kepada tim di negara tersebut. Tetapi kebanyakan pemungutan suara dilaksanakan di tanggal 13 – 14 April 2019 (saat akhir minggu).

Untuk pemungutan suara di Jepang dilaksanakan di hari Minggu tanggal 14 April 2019. Karena berdomisili di Tokyo, kami akan mengikuti pemilu di Balai Indonesia yang terletak di Meguro, Tokyo. Sebelum aku cerita lebih lanjut mengenai suasana pemilu di sini, aku jelasin dulu bagaimana sistem pendaftaran untuk menjadi peserta pemilu di sini.

Balai Indonesia, lokasi TPS wilayah Tokyo

Jadi untuk WNI yang tinggal di luar negeri sebenarnya wajib untuk mendaftarkan diri atau melaporkan ke KBRI setempat bahwa kita tinggal di negara ini loh sekarang. Jadi kalau terjadi masalah, KBRI memiliki sudah data diri kita. Dan hal ini yang sebenarnya belum kami lakukan sampai sekarang (karena awalnya gak tau kalau wajib daftar dan baru tau pas pemilu ini). Untuk WNI yang sudah terdaftar di KBRI, mereka akan terdaftar juga sebagai peserta pemilu di negara tersebut.

Nah tapi jangan khawatir karena dari panitia pelaksana pemilu juga membuka pendaftaran untuk WNI yang belum terdaftar di KBRI. Dan lagi-lagi kami telat mendaftar karena untuk gelombang pendaftaran terakhir hanya dibuka dalam waktu 1 hari (kalau gak salah ingat). Dan itu pas banget masa-masa aku baru pindah ke Jepang, jadi masih ribet ngurusin ini itu.

Bagi yang sudah terdaftar, mereka bisa memilih mau dikirimkan surat suara via pos atau memilih langsung di TPS. Untuk yang memilih via pos, surat suara akan dikirimkan di akhir bulan Maret. Setelah diterima, pemilih akan mencoblos dan mengirimkan kembali surat suara tersebut ke panitia. Untuk status pengiriman surat suara juga bisa di-cek dari website official-nya. Tentunya lebih praktis jika bisa memilih via pos, tinggal nungguin suratnya datang dan di hari-H tidak perlu datang jauh-jauh ke TPS untuk mengantri lagi.

Di hari pemilihan, kita dibagi ke dalam 2 kategori, yaitu:

  1. DPT (Daftar Pemilih Tetap)
    DPT merupakan WNI yang sudah terdaftar di TPS tersebut dan bisa mencoblos dari jam 08.00 – 18.00.
  2. DPK (Daftar Pemilih Khusus)
    DPK merupakan WNI yang belum terdaftar dan baru bisa mulai mencoblos 1 jam sebelum TPS ditutup (jam 17.00 – 18.00), namun dengan catatan masih terdapat sisa kertas suara. DPK diharapkan mendaftarkan diri terlebih dahulu di TPS dan baru bisa mengambil nomor antrian di jam 16.00 – 17.00. Untuk yang berdomisili di Jepang cukup membawa e-KTP/Paspor Indonesia beserta Zairyu Card (Residence Card) Jepang.

Sebelum berangkat ke TPS kami berpikir kayaknya mah gak terlalu rame deh pemilu di sini, makanya kami jam 1 siang baru berangkat ke sana. Kirain daftarnya cepet trus kami uda rencana mau jalan-jalan ke Naka Meguro dulu baru sorenya balik buat nyoblos. Kami sampe di sana sekitar jam 2 dan ternyataaa di TPS uda rame banget dong. Melihat antrian yang uda panjang kami bergegas ikut ngantri, ini kami ngantri-nya buat daftarin diri sebagai DPK. Buat yang uda terdaftar (DPT) jalur antriannya beda dan lebih cepat karena bisa langsung nyoblos dari pagi.

Antusiasme WNI dalam pemilu di Tokyo

Gak nyangka kalau euforia pemilu di luar negeri seluar biasa ini. Gak tau juga apakah memang tahun ini jumlah pemilihnya membludak. Karena aku lihat di negara-negara lain juga katanya antriannya luar biasa. Dannnn setelah hampir 4 jam lebih kami ngantri, akhirnya sampai juga ke barisan terdepan. Kami diarahkan naik ke lantai 2 dan di sana kami didaftarkan sebagai DPK. Proses pendaftaran sebenarnya cukup cepat, tapi hanya tersedia 2 laptop untuk mengurus pendaftaran DPK. Makanya ngantri-nya lama di bawah.

Oke setelah selesai mendaftar, perjuangan kami tidak berhenti di sini loh. Kami harus kembali turun ke lapangan dan mengantri untuk pengambilan nomor (sekalian untuk mencoblos). Tapi aku salut dengan panitia di TPS Tokyo karena mereka sangat sabar dalam mengurus antrian. Ada juga beberapa orang yang berusaha licik ingin menyerobot antrian tapi langsung ditegur oleh panitia (orang uda capek-capek ngantri malah diserobot seenaknya).

Petugas KPPSLN Tokyo

Kami ngantri lagi sekitar 3 setengah jam. Ini tuh udah galau banget, mau nyerah tapi sayang uda setengah jalan, gak nyerah tapi ini antrian gak maju-maju T_T. Akhirnya kesabaran kami berbuah manis, kami kembali naik ke lantai 2 dan mengambil nomor antrian. Untuk TPS Tokyo sepertinya tidak kekurangan surat suara, karena kami termasuk batch yang agak akhir namun masih berkesempatan mencoblos. Mungkin juga karna banyak yang datang sorean terus uda nyerah duluan ngeliat antriannya ya.

Setelah mengambil nomor, kami dipersilahkan untuk duduk dan menunggu sampai nama kami dipanggil. Ketika dipanggil, nomor antrian diberikan kepada panitia dan diberikan 2 surat suara, yaitu surat suara untuk pemilihan presiden-wakil presiden dan pemilihan anggota DPR RI. Untuk pemilihan di luar negeri tidak dilakukan pencoblosan untuk pemilihan DPRD ataupun DPD. Selesai mencoblos, surat suara dimasukkan ke dalam box bening dan celupkan jari ke dalam tinta ungu. Selesai deh nyoblosnya akhirnya.

Akhirnya dapat nomor antrian T.T
Suasana di area TPS

Kalau ditotal-total, kemarin itu kami ngantri hampir 8 jam tapi rasanya senang karena bisa memberikan suara kami di pemilu kali ini. Selain itu juga bisa ketemu dengan orang-orang Indonesia lainnya dan saling berbagi pengalaman selama di Jepang. Terima kasih juga untuk semua panitia yang sudah bekerja keras dan bersabar sehingga kami bisa nyoblos juga akhirnya di Tokyo. Kalau pemilu berikutnya masih di Jepang sih fix wajib daftar dan milih via pos aja hahaha.

Salam Jari Ungu!

Karna gelap kalau foto di TPS, jadi nebeng foto di stasiun aja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *