Bulan lalu sebenarnya aku udah ke Meiji Jingu tapi karena datangnya udah kesorean jadi keburu dikejar jam tutup, jadi cuma sempat jalan-jalan sampai ke toko souvenir-nya. Jadi kali ini aku perginya pagian biar bisa nyantai menikmati Meiji Jingu. Meiji Jingu ini merupakan kuil Shinto yang didekasikan untuk jiwa Kaisar Meiji dan Permaisuri Shoken. Kuil ini dibangun pada tahun 1920 dan orang-orang mendonasikan sebanyak 100,000 pohon dari seluruh penjuru Jepang dan luar negeri untuk membuat hutan di Meiji Jingu ini.

Gentong-gentong sake
Toko Souvenir
Tori Gate

Untuk sampai di Meiji Jingu, kalian bisa turun di stasiun Harajuku (kereta JR Line) atau turun di stasiun Meiji-Jingumae (kereta Tokyo Metro). Untuk masuk ke Meiji Jingu ini tidak dipungut biaya. Sebelum pergi ke Meiji Jingu ada baiknya kalian mengetahui beberapa cara memberikan penghormatan di kuil:

1. Tori (gapura kuil)
Sebelum memasuki area Meiji Jingu kalian akan melihat gapura kuil yang besar. Kalian bisa membungkuk sekali pada saat akan masuk ke dalam dan membungkuk sekali pada saat akan keluar.

2. Temizuya
Jika kalian perhatikan, hampir di kebanyakan kuil Jepang terdapat Temizuya. Temizuya, terdapat di pintu masuk kuil, merupakan tempat untuk memurnikan diri sebelum masuk ke area kuil yang sakral. Orang-orang akan mencuci tangan dan mulut dengan air sebagai ritualnya. Mencuci tangan dan mulut ini juga ada langkah-langkahnya sebagai berikut:
a. Ambil air dengan gayung kayu yang tersedia
b. Bilas tangan kiri
c. Bilas tangan kanan
d. Tuangkan air ke tangan kiri dan bilas mulut
e. Bilas kembali tangan kiri
f. Bilas gayung kayu dengan cara berdirikan dan biarkan sisa air mengalir ke gagangnya

3. Bangunan kuil utama
Di bangunan kuil utama orang-orang akan antri untuk berdoa atau memanjatkan permohonan. Di sini dilarang untuk mengambil foto atau video ya. Langkah-langkah berdoanya sebagai berikut:
a. Memasukkan koin ke dalam kotak yang tersedia (biasanya koin ¥5)
b. Membungkuk 2 kali
c. Menepukkan tangan 2 kali
d. Berdoa atau membuat permohonan
e. Membungkuk 1 kali

Temizuya
Bangunan kuil utama untuk berdoa

Di dalam kuil terdapat papan-papan kecil yang digantung. Papan tersebut disebut Ema. Ema ini dapat dibeli di Juyosho (tempat penjualan jimat). Di papan ini kalian bisa menuliskan permohonan kalian kemudian menggantungnya di tempat yang tersedia. Jika tidak ingin digantung, kalian juga bisa membawanya pulang. Di sini juga dijual berbagai macam jimat, mulai dari jimat untuk kesehatan, pendidikan, keselamatan perjalanan, dan sebagainya. Jika beruntung, kalian bisa menyaksikan pengantin Jepang yang menikah di kuil ini. Untuk menggelar pernikahan di Meiji Jingu membutuhkan biaya yang cukup mahal.

Tempat menggantung Ema
Tidak hanya orang Jepang yang menulis Ema, banyak turis asing yang menuliskan permohonannya juga di sini
Juyosho (tempat penjualan jimat)
Upacara pernikahan di Meiji Jingu

Setelah puas mengelilingi Meiji Jingu, kami menuju ke daerah Harajuku untuk mencari makan malam. Pilihan kami jatuh ke Sakuratei, sebuah restoran yang menyajikan okonomiyaki, monjayaki, yakisoba, dan makanan lainnya. Yang unik dari restoran ini adalah kita membuat okonomiyaki-nya sendiri, tidak seperti di restoran lain yang langsung disajikan oleh kokinya. Okonomiyaki adalah salah satu makanan khas Jepang yang dimasak di atas plat panas. Bahan utamanya adalah tepung terigu, telur, sayuran, dan daging atau seafood. Bahan-bahan tersebut dicampur dan dimasak dalam bentuk bulat seperti pancake.

Sakuratei di Harajuku

Kali ini kami memutuskan untuk mencoba monjayaki, soalnya belum pernah coba sebelumnya. Monjayaki terbuat dari campuran tepung dengan air, saus Worcester, dan beragam bahan lainnya seperti kubis yang dimasak bersamaan. Adonan yang sudah tercampur dimasak di plat panas dan setelah matang dimakan dengan menggunakan spatula kecil. Kami memesan Oudou Monjayaki, yaitu monjayaki dengan telur kod pedas, mochi, dan keju. Harganya ¥1,250. Jika kalian baru pertama kali ke restoran okonomiyaki seperti ini, jangan khawatir. Mereka menyediakan brosur cara pembuatan okonomiyaki dan monjayaki di setiap meja. Langkah-langkah pembuatannya juga disertai dengan foto sehingga mudah dipahami.

Langkah-langkah membuat Monjayaki, untuk Okonomiyaki terdapat di halaman sebaliknya
Oudou Monjayaki
Beraneka jenis bumbu yang dapat digunakan
Makannya pakai spatula kecil ini ya

Untuk dessert mereka juga menyediakan beberapa jenis Teppanyaki Dessert “Cook by Yourself”, jadi kita bisa masak sendiri dessert-nya dengan menggunakan plat okonomiyaki. Untuk dessert yang bisa dimasak sendiri ada Banayan (monjayaki versi manis), maple french toast, pancake, dan Sakuramaki. Kami memesan Sakuramaki. Cara membuatnya cukup gampang, tuangkan beberapa sendok adonan kulit ke plat dan tunggu hingga agak matang. Kemudian tuangkan pasta kacang merah sesuai selera di tengah adonan kulit, dan digulung. Buat kalian yang suka dengan pasta kacang merah aku saranin buat pesan dessert ini. Rasanya enak dan tidak terlalu manis.

Menu Dessert
Pasta kacang merah (kiri) dan adonan kulit (kanan)
Hasil akhirnya seperti ini

Di Sakuratei ini juga terdapat menu All You Can Eat Okonomiyaki dan Monjayaki. Untuk All You Can Eat-nya ada 2 jenis, yaitu untuk Lunch (11.00 – 15.00) dan All Day (tidak ada batasan berlaku jam berapanya). Untuk yang Lunch diberikan batasan waktu 90 menit dengan harga ¥1,500 (All You Can Eat + 1 jenis minuman) dan ¥1,900 (All You Can Eat + All You Can Drink). Sedangkan untuk yang All Day diberikan batasan waktu 120 menit dengan harga ¥2,500 (All You Can Eat + 1 jenis minuman), kalau mau All You Can Drink juga bisa dan dikenakan biaya tambahan.

Menurut aku restoran ini cukup menarik untuk dikunjungi untuk kalian yang sedang mampir di Harajuku. Bisa nyoba buat okonomiyaki sendiri tentunya jadi pengalaman yang tidak terlupakan ketika berwisata di Jepang. Kami juga pernah membuat vlog mengenai perjalanan kami di Meiji Jingu dan Sakuratei loh, videonya di bawah ya. Jangan lupa support kami dengan cara subscribe dan like video-video Autumn Tabibito. Thank you 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *